MEMBAYAR PAJAK


Salam sejahtera…

Di saat masyarakat Indonesia mulai sadar pajak, borok-borok pejabat pajak mulai terkuak. Tentu saja ini mempengaruhi kepercayaan masyarakat sekaligus memerosotkan antusias masyarakat untuk membayar pajak.

Ketika Tuhan Yesus ditanya soal memabayar pajak kepada kaisar, Dia menjawab: “Berikanlah kepada kaisar apa yang kaisar punya (hak), dan berikanlah kepada Allah apa yang Allah punya.”

Jadi bagi pengikut Kristus membayar pajak itu wajib. Sedangkan pada saat itu Kaisar yang dimaksud adalah kaisar penjajah Israel, itupun Tuhan Yesus setuju untuk membayar pajak kepada kaisar. Apalagi sekarang di era pemerintahan demokratis, patutlah kita taat membayar pajak.

Tetapi peringatan bagi pemerintah. Allah memberi kekuasaan memeintah atas masyarakat bukan dengan tujuan menindas dan bertindak sewenang-wenang. Tetapi pemerintah memiliki kekuasaan dari Tuhan untuk mengatur, menertibkan dan mensejahterakan masyarakat. Bila tidak, “percuma pemerintah menyandang pedang” (Roma 13:).

Jadi, mari kita taat membayar pajak. Dan kepada pemerintah harus bisa mengendalikan para pejabatnya untuk tidak membelokkan tujuan Allah memberi kesempoatan berkuasa. 

(Gembala)

IT'S MY HOBBY


I. Faedah memiliki hobby:
     
      1. Mengatasi kejenuhan

Hobby bias membantu untuk merefresh pikiran yang jenuh dan mental yang mengalami stress.

2. Sarana bergaul

Hobby bias menjadi alat untuk bergaul dan bersosialisai supaya tidak kuper. Sebab lewat hobby kita bias membangun komunitas.
3. Menghasilkan uang

Siapa bilang hobby hanya untuk menghabiskan uang. Jika cukup cerdas, lewat hobby kita juga bias mencari tambahan penghasilan. Bahkan bekerja yang sesuai dengan hobby membuat pekerjaan bukanlah sebagi beban, tetapi sebagai kesenangan. 
 
4. Ekplorasi potensi diri
     
     Kita bisa menggali potensi diri secara maksimal. Caranya? Mulailah dengan mengerjakan 
     apa yang anda senangi, itulah hobby.

II. Hobby mendatangkan kerawanan:

      Kita bisa berjaya melalui hobby, tetapi melalui hobby kita juga bisa mengalami hal-hal    
      yang tidak kita inginkan. 

      1. Kehilangan keseimbangan

Keharmonisan hidup bias terancam jika jika kita kecanduan hobby sehingga tidak bias mengendalikan diri.
 
2. Kehilangan Prioritas hidup

Kesulitan membedakan mana hal-hal yang harus diutamakan mulai terjadi jika hobby sudah mengendalikan hidup.

3. Terjerumus pergaulan yang sesat

Hobby memang bisa jadi sarana bergaul. Tetapi jika tidak hati-hati, hobby juga bias menjerumuskan ke dalam pergaulan yang sesat.  
 
4. Jauh dari Tuhan

Beberapa orang Kristen mulai tidak tertarik lagi dengan acara-acara Gereja, akibatnya kehidupan rohaninya mulai hampa.

III. Hobby, sarana memuliakan Tuhan:

Daud sebagai contoh:
       
      1. Daud bebas dari sakit hati (1Samuel 16:11)

Daud sebagai anak bungsu tidak diajak berkumpul berjumpa dengan Samuel, sebab ia tertolong dengan hobbynya memainkan kecapi. 
 
2. Hobby menghentar kepada raja (1Samuel 16:16-18)

Raja menyukai permainan kecapi Daud bukan hanya karena bagus permainan kecapinya. Tetapi juga karena Daud telah menguduskan hobbynya untuk memuliakan Tuhan. 
 
3. Hobby mendorong Daud menjadi imam (2Samuel 6:12-23)

Daud menggunakan semua potensi dirinya untuk melayani Tuhan, termasuk hobbynya memainkan musik, menyanyi dan menari. Bahkan Daud adalah satu-satunya Raja Israel yang sekaligus menjadi imam dan nabi. Itu berawal dari keputusannya menyerahkan seluruh hidupnya termasuk hobbynya bagi kemualiaan Tuhan. 


[ARTIKEL]

BERPIKIR BIJAKSANA

Diakui atau tidak, sesungguhnya tindakan kita lebih banyak dipengaruhi cara berpikir kita. Jika cara berpikir kita keliru maka tindakan kita juga keliru. Bagaimana cara kita berpikir selama ini? Beberpa pertanyaan berikut mungkin bisa membantu kita untuk menginstropeksi diri:

 

1. berpikir kecil untuk jangka pendek atau berpikir menurut gambaran besar untuk jangka panjang?

 

2. berpikir pasif atau berpikir dengan cara kreatif

 

3. berpikir sendiri atau berpikir bersama?

 

4. berpikir melantur atau berpikir fokus?

 

5. berkhayal atau berpikir realistis?

 

6. berpikir acak atau berpikir strategis?

 

7. berpikir sempit atau berpikir penuh dengan kemungkinan?

 

8. berpikir menurut pandangan umum atau berpikir lain dari biasanya?

 

9. berpikir egois atau berpikir untuk kepentingan bersama?

 

10. bertindak baru berpikir atau berpikir dulu baru bertindak?

 

Kalau sekarang ini kita belum sukses, mungkin itu disebabkan oleh cara berpikir kita yang keliru. Apa yang kita pikirkan menentukan siapa kita. Siapa kita, menentukan apa yang kita perbuat. Apa yang kita perbuat menentukan nasib kita. Nasib kita menentukan warisan kita. Jadi semuanya dimulai dari cara berpikir.

 

James Allen berkata: “ Hari ini anda berada  ke  mana pikiran anda telah membawa anda. Besok anda akan berada kemana pikiran anda membawa anda.”

 

Marilah kita miliki pikiran Kristus. Pikiran Kristus saja yang akan membawa kita ke puncak kehidupan kita yang dimaksimalkan.

 

 

[TIPS]


TEHNIK NAIK ANGKOT GRATIS

Setiap pagi Pendik selalu naik angkot secara gratis. Kok bias? Pengin tahu?...


Setiap pagi Pendik membawa selembar uang Rp 100.000,- an. Para sopir angkot pasti tidak akan mempunyai uang kembalian. Dan ujung-ujungnya pasti digratisin. Supaya besok tidak ditagih, angkot yang dinaiki Pendik  selalu ganti-ganti. Nanti kalau toh kembali, paling sopirnya sudah lupa.


Tetapi suatu ketika Pendik kena batunya. Rupa-rupanya ada sopir angkot yang sudah mjemahami akal bulus si Pendik.


Suatu pagi saat Pendik naik angkot lalu membayar dengan lemabaran seratus ribuan, si sopir mengembalikan kepada Pendik berupa uang receh cepekan (Rp 100,-) sekantung kresek. Kata si sopir, “Nih kembaliannya Rp 97.500,-. Kalau gak percaya silakan hitung sendiri.”

Betapa malunya si Pendik, sebab ke kantor membawa uang receh gak tanggung-tanggung, sekantong kresek penuh. Huh…! Rasain…!!!


Orang yang biasa mencuri harus berhenti mencuri. Sebaliknya ia harus bekerja supaya mendapat nafkahnya dengan jujur dan dapat menolong orang yang berkekurangan

(Efesus 4:28)



[HUMOR]


KEHIDUPAN KRISTEN YANG POSITIF


Yohanes 10:10



Tuhan merencanakan agar setiap orang percaya memiliki kehidupan yang berkelimpahan. Bahkan semua yang dibutuhkan agar kita tinggal di dalam kelimpahan itu sudah dilakukan  oleh Yesus. Tetapi cara berpikir kita, sikap kita, tindakan kita sangat menentukan apakah hidup berkelimpahan itu benar-benar kita alami atau tidak.


Contoh: Anda diberi cek senilai satu juta dollar, tetapi itu tidak berarti anda sudah tidak miskin lagi. Selama cek itu tidak dicairkan maka kelimpahan uang satu juta dollar itu tidak pernah anda alami.


Yesus sudah mati dan bangkit, Dia  memberi lembaran cek yang kosong untuk anda tulisi semua yang anda butuhkan. Dan Dia memanggil kita untuk tinggal di dalam kelimpahannya.

Anda bias memulai kehidupan Kristen yang positif dengan:



1. Berpikir yang positif (Roma 12:2)


Jika kita bias mengubah cara berpikir kita, kita pasti bias mengubah dunia kita. Orang yang berpikir positif tahu bahwa hal-hal besar bias terjadi dimulai dari hal-hal yang kecil. Dan orang-orang yang berpikir positif bias menguasai masalah. Sebab mereka memandang masalah bukan sebagai ancaman. Mereka percaya bahwa masalah adalah kesempatan untuk mengalami mujizat.



2. Keyakinan yang positif (Yeremia 17:5)        


Keluarlah dari keyakinan diri sendiri dan mulailah meng- andalkan Tuhan dalam segala. Orang-orang yang mengandalkan  Tuhan tahu bahwa tidak ada keberhasilan di luar Tuhan.

Kepercayaan adalah kekuataan yang positif. Kepercayaan positif dapat menyelesaikan segala sesuatu.


Dengan keyakinan pula kita bisa melihat Allah akan membalikkan kegagalan berubah menjadi keberhasilan (Amsal 3:5-6).



3. Gaya hidup yang antusias dan optimis (1Tesalonika 5:16; Filipi 4:4)


Orang yang sukses memulai dan menjalani hidupnya dengan antusias dan optimis. Antusias dan optimis mendorong mereka untuk memiliki watak yang ulet dan tangguh, tidak cengeng dan gampang menyerah.



4. Berkata yang positif (Yakobus 3:9-10)



Jaga mulut kita dari bersungut-sungut dan menggerutu atau kata-kata yang negative lainnya. Jangan berpikir bahwa ucapan kita tidak ada pengaruhnya. Ingat, setiap perkataan negative yang keluar dari mulut kita, kita harus membayarnya. Tetapi setiap perkataan positif yang keluar dari mulut kita akan mengundang berkat dan kelimpahan bagi yang mengucapkannya.


Kata-kata positif menciptakan atmosfir yang mendatangkan damai sejahtera. Begitu pula sebaliknya. Sekali lagi berhati-hatilah.



5. Bersikap positif (1Tesalonika 5:15; Filipi 4:13)


Milikilah sikap positif dalam menghadapi musuh-musuhmu. Seperti kemarahan, kekecewaan, kebencian, sakit hati, kejengkelan, ketakutan, kekhawatiran, kepahitan, dll. Ketika anda bersikap positif, anda sedang membalik kerugian menjadi keuntungan besar bagi anda. Amin




[PESONA SABDA]